Feature

Diposting oleh Unknown on Sabtu, 15 Desember 2012

 Nasib Bekas Rumah Buruh
Oleh Ikhsan Budi Setiawan


Pagi hari 12 Desember 2012 pukul 08.00 matahari tertutup awan saya berjalan di Balai Kesehatan Universitas Riau. Saat melintas Gang Damai, sebelah kanan terlihat bangunan bertiang belum selesai dibangun berkeadaan lumut, bertriplek rapuh, dan tumbuh rumput di lantai. Depan gedung ada bekas rumah buruh yang hanya tertutup terpal biru bagian depannya.

Rumah buruh yang lebarnya 8 meter, tingginya 4 meter dan panjangnya 6 meter terbuat dari batang kayu bulat coklat, triplek persegi, dan terpal biru kini sudah koyak. Rumah yang menjadi tempat tinggal buruh selama bekerja membangun gedung Laboratorium Komunikasi.

Ironisnya, dihentikan pembangunan gedung Laboratorium Komunikasi berdampak rumah buruh jadi terbengkalai. Sejak diberhentikan pembangunan, nasib mereka (buruh) tidak bekerja lagi, hingga rumah mereka rusak karena angin, hujan, dan panas.

Dibawah pepohonan rumah buruh dibangun dengan pondasi tiang. Dibawahl antai ada air, rumput dan hewan air. Lantai terbuat dari susunan kayu yang jarang jaraknya.

Rumah buruh yang tinggal menunggu jatuhnya kayu setengah tegak itu. Tak terurus dan tak dipedulikan oleh siapapun, sendirian hidup dipinggiran bangunan bercat krim (gedung perkuliahan). Kondisi kayu kering terkena panas dan embun pagi membasahi kulit kayu, tidak membuat roboh dan masih tegak berdiri.
More aboutFeature

HIMABISNIS, Seminar Penyuluhan HIV dan AIDS

Diposting oleh Unknown

Foto Panitia
 Selasa (11/12), Himpunan Mahasiswa Administrasi Bisnis (HIMABISNIS) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Riau (UR) adakan Seminar Penyuluhan HIV / AIDS di gedung Drs. Sultan Balia (Auditorium) FISIP. Acara ini bertemakan “Save Woman and Child”. Menghadirkan pemateri dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Pekanbaru.
Hari AIDS sedunia 01 Desember lalu, inisiatif dari HIMABISNIS untuk adakan Seminar. “Tujuan diadakan acara ini untuk menambah informasi dan mawas diri yang sebelumnya tidak tahu menjadi tahu, seandainya belum pernah melakukannya akan berfikir kalau dilakukan akan terkena HIV AIDS, kalaupun sudah melakukan akanl ebih waspada lagi atau akan berhenti”, ujar Wahyudi staff KPA. Juga ketua panitia Robi Septriadi menambahkan tujuannya supaya mahasiswa tahu bahayanya HIV dan AIDS.

Di Pekanbaru dari tahun 2000 hingga 2012 mengalami peningkatan jumlah penderita HIV dan AIDS. Puncaknya tahun 2011 penderita HIV 124 orang dan AIDS 63 orang. Data KPA per-Agustus 2012  Perempuan penderita HIV  195 orang lebih banyak dari laki-laki 112. Sebaliknya penderita AIDS perempuan 194 orang lebih sedikit dari laki-laki 354 orang. Seperti dikatakan Wahyudi jumlah ini lebih dominan diderita perempuan karena lebih banyak menjadi korban ketika bergaul dengan laki-laki. Hiv menular melalaui darah, cairan mani atau vagina, dan Air Susu Ibu (ASI). Cara pencegahan : Setialah pada satu pasangan, pemakaian kondom, tidak melakukan hubungan seks bebas, dan belajar mencari informasi tentang HIV dan AIDS.

Acara ini berlangsung pukul 11.00 – 13.00 penyampaian materi dan tanya jawab peserta dengan pemateri. Wahyu dimengatakan, “Saya apresiasi ya acara ini, cuman saya berharap acara ini tidak hanya di FISIP saja, tapi teman-teman di kampus lain juga mengadakan, agar dapat informasi merata yang benar dari sumbernya”, tambahnya, “Acara ini sangat bermanfaat, kita bisa berbagi informasi dan teman-teman yang tidak tahu akan menjadi tahu dan yang tahu akan menjadi tahu dan harapannya tidak hanya untuk dirinya tapi informasi untuk keluaraga dan masyarakat”. (Ikhsan)
More aboutHIMABISNIS, Seminar Penyuluhan HIV dan AIDS

Pelatihan Mahasiswa Pariwisata ke Bndung

Diposting oleh Unknown on Jumat, 14 Desember 2012



Senin (3/12) mahasiswa jurusan Pariwisata mengadakan pelatihan ke Bandung Jawa Barat untuk mengasah kemampuan mahasiswa yang meliputi Tour Guide (Pemandu Wisata), bahasa inggris profesi dan pemasaran pariwisata. Melakukan kunjungan ke STP (Sekolah Tinggi ilmu Pariwasata) Bandung.
Foto Sidiq
“ Bagi saya pelatihan ini sangat berguna dan bermanfaat untuk karir saya kedepannya”, ujar Abdullah Sidiq mahasiswa Pariwisata 2010. Kegiatan ini menjadi rutinitas jurusan Pariwisata yang dilaksanakan pada Semester 3 dan Semester 5 bertujuan membentuk mahasiswa yang handal dan berprestasi, serta mampu bersaing didunia Internasional.
More aboutPelatihan Mahasiswa Pariwisata ke Bndung