Pagi hari 12 Desember 2012 pukul 08.00 matahari tertutup awan saya berjalan di
Balai Kesehatan Universitas Riau. Saat melintas Gang Damai, sebelah kanan terlihat bangunan bertiang belum selesai dibangun berkeadaan lumut,
bertriplek rapuh, dan tumbuh rumput di lantai. Depan gedung ada bekas rumah buruh yang
hanya tertutup terpal biru bagian depannya.
Rumah buruh yang lebarnya 8 meter, tingginya 4 meter dan panjangnya 6 meter terbuat dari batang kayu bulat coklat, triplek persegi, dan terpal biru kini sudah koyak. Rumah yang menjadi tempat tinggal buruh selama bekerja membangun gedung Laboratorium Komunikasi.
Ironisnya,
dihentikan pembangunan gedung Laboratorium Komunikasi berdampak rumah
buruh jadi terbengkalai. Sejak diberhentikan pembangunan,
nasib mereka (buruh) tidak bekerja lagi, hingga rumah mereka rusak karena angin, hujan,
dan panas.
Dibawah pepohonan rumah buruh dibangun dengan pondasi tiang. Dibawahl antai ada air, rumput dan hewan air. Lantai terbuat dari susunan kayu yang
jarang jaraknya.

{ 0 komentar... read them below or add one }
Posting Komentar